RSS

Pages

PKWN RANGKUMAN BAB.3

BUDAYA POLITIK
A. Pengertian budaya politik
B. Tipe--‐tipe budaya politik
C. Sosialisasi pengembangan budaya politik
D. Peran serta dalam budaya politik partisipan
A. APA BUDAYA POLITIK ITU?
Budaya politik adalah aspek politik dari nilai--‐nilai yang terdiri atas pengetahuan,
adat istiadat, takhayul, dan mitos. Budaya politik tersebut memberikan alasan
rasional untuk menolak atau menerima nilai--‐nilai dan norma lain
Komponen komponen budaya politik.
1. Orientasi kognitif
Berupa pengetahuan tentang kepercayaan pada politik, peranan, dan segala
kewajiban serta input dan outputnya.
2. Orientasi afektif
Berupa perasaan terhadap sistem politik, peranannya, para aktor, dan
penampilannya.
3. Orientasi evaluatif
Berupa keputusan dan pendapat tentang objek--‐objek politik yang secara
tipikal melibatkan standar nilai dan kriteria informasi dan perasaan.
B. TIPE--‐TIPE BUDAYA POLITIK
1. Berdasarkan sikap yang ditunjukkan
a. Budaya Politik Militan, tidak memandang perbedaan sebagai usaha mencari
alternative yang terbaik, tetapi melihatnya sebagai usaha jahat dan
menantang.
b. Budaya Politik Toleransi, budaya politik yang pemikirannya berpusat pada
masalah atau ide yang harus dinilai.
2. Berdasarkan Orientasi Politiknya, menurut Gabriel Almond sbb:
a. Budaya politik parokial: Tingkatan partisipasi politiknya sangat rendah,
yang disebabkan oleh faktor kognitif
b. Budaya politik kaula/subjek: Masyarakat bersangkutan sudah relatif maju
tetapi masih bersifat pasif
c. Budaya politik partisipan: Budaya politik yang ditandai dengan kesadaran
politik yang tinggi
Easton dan Dennis mengutarakan 4 (empat) tahap dalam proses sosialisasi anak,
yaitu:
a. Pengenalan otoritas melalui individu tertentu.
b. Perkembangan perbedaan antara otoritas internal dan eksternal.
c. Pengenalan mengenai institusi--‐institusi politik yang impersonal.
d. Perkembangan perbedaan antara institusi--‐institusi politik dan mereka
yang terlibat dalam aktivitas yang disosialisasikan dengan institusi--‐institusi
ini.
BUDAYA POLITIK YANG BERKEMBANG DI INDONESIA

1. Hierarki yang tegar(ketat)
Sistem budaya jawa mengenal adanya stratifikasi sosialdengan gaya penuturan
dan pergaulannya pun berbeda beda. Contoh: Bangsawan jawa
2. Cenderung Patronage
Hubungan 2 sumber daya yang saling berinteraksi. Contoh: Patron = tuan
tanah, Client = tenaga, dukungan
BAB 3 BUDAYA POLITIK
3. Neo Patrimonialistik
Meskipun memiliki pola pemerintahan yang modern dan rasional seperti
birokrasi, tetapi perilaku negara masih memperhatikan budaya patrimonial.
ABS.
Penyelenggara negara berada di bawah pemimpin negara
Contoh: SBY
PERKEMBANGAN KEPARTAIAN DI INDONESIA
1. Zaman Belanda.
Indische partij(25--‐12--‐1912) bandung.
Tiga serangkai (Douwes deker,Cipto Mk, Ki H Dewantara)
2. Zaman Jepang
PUTERA (pusat tenaga rakyat)
4 serangkai (soekarno, hatta,KI hajar D. kyai haji mas mansyur)
3. Zaman kemerdekaan
Banyak partai politik.
1955 pemilu pertama 28 partai politik
C. SOSIALISASI PENGEMBANGAN BUDAYA POLITIK
 Sosialisasi politik merupakan proses pembentukan sikap dan orientasi politik
pada anggota masyarakat.
 Terlaksananya sosialisasi politik sangat ditentukan oleh lingkungan sosial,
ekonomi, dan kebudayaan dimana suatu individu--‐individu dapat memperoleh
pengetahuan, nilai--‐nilai, dan sikap--‐sikap terhadap sistem politik
masyarakatnya.
 Menurut Robert Le Vine, terdapat 3 (tiga) faktor penting dalam sosialisasi
politik pada masyarakat berkembang:
a. Pertumbuhan penduduk di negara--‐negara berkembang dapat melampaui
kapasitas mereka untuk “memordenisasi” keluarga tradhisional lewat
industrialisasi dan pendidikan.
b. Seiring terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai--‐nilai
tradisional antara jenis kelamin, sehingga kaum wanita lebih erat terikat
pada nilai tradisional
c. Adalah mungkin pengaruh urbanisasi, yang selalu dianggap sebagai satu
kekuatan perkasa untuk menumbangkan nilai--‐nilai tradisional.
D. PERAN SERTA BUDAYA POLITIK PARTISIPAN
 Partisipasi politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk
ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, seperti memilih pimpinan
negara--‐negara atau upaya--‐upaya mempengaruhi kebijakan pemerintah.
Huntinghon dan Nelson menemukan lima bentuk kegiatan utama yang
dipraktikkan dalam partisipasi politik yaitu berkenaan dengan
keikutsertaan warga negara untuk mempengaruhi proses--‐proses politik .
Bentuk--‐bentuk itu antara lain:
a. Kegiatan pemilihan,
Mencakup memberikan suara, sumbangan--‐sumbangan untuk kampanye,
bekerja dalam suatu pemilihan, mencari dukungan bagi seorang calon, atau
setiap tindakan yang bertujuan mempengaruhi hasil proses pemikiran.
b. Lobbying
Mencakup upaya--‐upaya perorangan atau kelompok untuk menghubungi
pejabat--‐pejabat pemerintah dan pemimpin--‐pemimpin politik, dengan maksud
mempengaruhi keputusakeputusan mereka mengenai persoalan--‐persoalan
yang menyangkut besar orang.
c. Kegiatan organisasi
Menyangkut partisipasi sebagai anggota atau pejabat dalam suatu organisasi,
yang tujuannya yang utama dan eksplisit adalah mempengaruhi pengambilan
keputusan pemerintah.
d. Mencari koneksi (contacting)
Merupakan tindakan perorangan yang ditujukan terhadap pejabat--‐pejabat
pemerintah, dan biasanya dengan maksud memperoleh manfaat bagi hanya
satu orang
e. Tindakan kekerasan (violence),
sebagai upaya untuk mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah
dengan jalan menimbulkan kerugian fisik terhadap orang--‐orang atau harta
benda.
SEKIAN

Budaya Politik Di Indonesia (PKN kelas XI bab 1)  
*pengertian dasar
  • Budaya Politik : Tata nilai tingkah laku masyarakat yang  berkaitan dengan masalah kenegaraan
  • Sistem Politik : Suatu cara bagaimana negara / penguasa mengatur pemerintahan
  • Parta Politik : Organisasi dalam negara yang bertujuan ingin mencapai kekuasaan
*Berdasarkan tingkat kemampuan SDM nya, budaya politik dibagi menjadi 3
  1. Parokial : Budaya politik yang ditandai dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang politik rendah dan partiipasinya dalam berpolitik juga rendah (-) (-)
  2. Kaula/subjek : Budaya politik yang ditandai dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang politik tinggi, namun partisipasinya dalam berpolitik rendah (+) (-)
  3. Partisipan : Budaya politik yang ditandai dengan tngkat pengetahuan masyarakat tentang politik tinggi  dan partisipasinya juga tinggi
Manfaat adanya pembagian 3 type adalah untuk mempermudah sosialisasi politik
sebagai contoh : masyarakat yang berasal dari golongan parokial tentu tidak akan faham apabila seorang politikan berkampanye menggunakan bahasa yang asing dan tinggi, maka untuk mempermudah sosialisasi politik kaum parokial, digunakan metode slogan, ex : “Coblos brengose, atau  pojok kiri atas, dll ” (bukan menyebut merk). Begitu pula bagi golongan kaula atau partisipan (menyesuaikan)
*Berdasarkan tingkat hukum, budaya politik dibedakan menjadi 2
  1. Konvensional : Budaya Politik teratur ( Ormas, Musyawarah )
  2. Non konvensional : Budaya politik tidak teratur ( Demonstrasi )
*Komponen sistem politik ada 2
  1. Suprastruktur : Lembaga yang berkaitan dengan lembaga resmi ( DPR, MPR )
  2. Infrastruktur : Lembaga non pemerintahan ( LSM )
*Fungsi Partai Politik
Fungsi partai politik ada 4
  • Sarana komunikasi politik : Wadah Diskusi tentang politik
  • Sarana sosialisasi politik : Sarana penyuluhan tentang politik
  • Sarana rekiipmen anggota : Mencari anggota baru
  • Sarana pengatur konflik : Untuk pemecah masalah-masalah
*Pergolongan Partai politik menurut jumlahnya
pergolongan partai menurut jumlahnya ada 3
  1. One Partai/ Monopartai : dalam suatu negara, Didominasi atau bahkan hanya ada 1 partai. ex : China, Rusia
  2. Two Partai/ Dwipartai : dalam suatu negara, berkuasa 2 partai hasil koalisi atau penggabungan. ex : AS, Inggris
  3. Multi partai/Partai banyak : dalam suatu negara ada banyak partai yang mencalonkan dlm politik dan perekrutannya juga dari partai2 yang ada ex: Indonesia
*Pergolongan partai politik menurut pandangan pemerintah yang sah
menurut pandangan pemerintah yang sah ada 4 macam partai politik
  1. Radikal : Partai yang tidak puas terhadap jalannya pemerintahan yang sah dan ingin merubah dengan cepat sampai akar-akarnya (kudeta).
  2. Progresif : Partai yang tidak puas terhadap jalannya pemerintahan yang sah dan ingin merubahnya secara berlahan.
  3. Reaksioner : Partai yang tidak puas terhadap jalannya pemerintahan yang sah dan merubah ke masa yang lalu.
  4. Konservatif : Partai yang puas dengan jalannya pemerintahan yang sah dan ingin mempertahankannya.
*penggolongan partai politik ditinjau dari perolehan suara
partai politik dibagi menjadi 2 menurut perolehan suara pemilu,
  1. Partai posisi : Pemenang dalam pemilu
  2. Partai oposisi : Kalah dalam pemilu
*penggolongan partai politik ditinjau dari dasar pembentukannya
  1. Partai agama : Didasarkan pada kesamaa agama (PKI)
  2. Partai Nasionalis : Didasarkan akan cinta tanah air dan faham (demokrat)
  3. Partai affeksi : Partai yang terbentuk karena kesamaan ras atau keturunan ( PTI, PAI )
  4. Partai kepentingan : Partai yang terbentuk karena kesamaan kepentingan (syariat dagang)
*Organisasi di Indonesia
  • Kepentingan : kelompok karena kepentingan yang sama (IDI, PGRI)
  • Parpol : kelompok yang bertujuan  mencapai kekuasaan ( Demokrat)
  • Penekan : kelompok yang menekan pemerintahan (LSM)
  • Ormas/organisasi masyarakat : Organisasi yang tidak ingin mencapai kekuasaan (Ahmadyah)
*Syarat mendirikan partai
  • Usia 21 tahun
  • Punya masa/ anggota minimal 50 orang
  • punya nama partai
  • punya lambang partai
  • punya ADRT partai
  • Punya akta notaris untuk pengesahan
*Berdasarkan Sifatnya/ orientasinya partai politik dibedakan menjadi
  1. Partai lindungan yang artinya partai yang memiliki organisasi nasional yang longgar dan tujuan partai itu hanya memenangkan pemilu untuk anggota anggota yang dicalonkan
  2. Partai azaz yang artinya partai yang mempunyai pandangan hidup yang digariskan dalam kebijaksanaan pimpinan, mengacu pada disiplin partai yang kuat
*Partai politik ditinjau dari komposisi keanggotaannya
  1. Partai masa yaitu partai yang mengutamakan kekuasaan didasarkan jumlah keanggotaannya
  2. Partai kader yaitu partai yang mengutamakan keketatan orgnaisasi dan disiplin kerja para anggota partai
Dengan adanya macam-macam partai politik, maka akan memberi dampak pada kabinet/ menteri
*BENTUK-BENTUK KABINET*
  • berdasarkan tanggung jawabnya ada :
    • Kabinet Menestriel : dipertanggung jawabkan oleh perdana menteri, kepala negaranya dipegang oleh raja
    • Kabinet Presidensiel : Dalam pelaksanaan tugasnya dipertanggung jawabkan pada presiden
  • berdasarkan cara pembentukannya ada :
    • Parlementer : cara pembentukanya campur tangan dengan parlemen
    • Extra parlementer : cara pembentukannyatanpa campur tangan parlemen
  • berdasarkan komposisi keanggotaannya
    • Kabinet Nasional : semua menteri/ anggota diambil dari semua partai peserta pemilu
    • Kabinet Koalisi : Menterinya diambil dari partai-partai pemenang pemilu/ partai-partai yang memiliki kursi terbanyak dalam parlementen
    • Kabinet Partai : Menterinya terdiri dari 1 partai pemenang pemilu


Karyaku Lukisanku :))


Lukisan adalah karya seni yang proses pembuatannya dilakukan dengan memulaskan berbagai warna, dengan kedalaman warna "pigmen" dalam pelarut (atau medium) dan gen pengikat (lem) untuk pengencer air, gen pegikat berupa minyak linen untuk cat minyak dengan pengencer terpenthin, pada permukaan (penyangga) seperti kertaskanvas, atau dinding. Ini dilakukan oleh seorang pelukis; dengan kedalaman warna dan cita rasa pelukis, definisi ini digunakan terutama jika ia merupakan pencipta suatu karya lukisan.

Macam-macam Lukisan :
1.       Lukisan Ekspresionisme
2.       Lukisan Kubisme
3.       Lukisan Naturalisme
4.       Lukisan Realisme
5.       Lukisan Romantisme
Nah di atas adalah artikel melukis. Nah sekarang saya mau cerita tentang Lukisan di atas ini..sedikit sombong boleh kan hahhaha
Seumur hidup saya mungkin gak bakalan menyentuh perelatan melukis tapi eh tapi karna tuntutan nilai saya akhirnya harus masuk juga kedunia lukis.Di sekolah ku ada pelajaran yang namanya SENI BUDAYA mungkin semua orang belajarkan itu di sekolah masing-masing sama dengan hal saya .

  
Lukisan ini adalah lukisan dimana saya awal praktek saya melukis .Pertama mendengar ada tes melukis jantungku langsung cenat-cenut kenapa Karna saya gak bisa karna berusaha  dan semedi dulu selama  3 hari 2 malam dan berguru pada Ayah saya sendiri akhirnya saya bisa menghasilkan karya yang menurut saya sedikit amazing hahahha  ( karna itu perjuangannya susah ) Ternyata dalam melukis kita harus sabar dalam semua hal ,mau hal melukisnya ,menggambarnya dll. 


Karyaku By Herni St N   



Nah di bawah ini sedikit karya-karya ku Dan kegiatanku saat melukis bersama teman-teman . Jelek bagusnya hanya Ibu guru seni  saya yg tau nilianya,Tuhan,dan anda para bloger hahaha

 









Kamis, 01 Desember 2011

PKWN RANGKUMAN BAB.3

Diposkan oleh Herni Siti Nurhayati di 04.34 0 komentar
BUDAYA POLITIK
A. Pengertian budaya politik
B. Tipe--‐tipe budaya politik
C. Sosialisasi pengembangan budaya politik
D. Peran serta dalam budaya politik partisipan
A. APA BUDAYA POLITIK ITU?
Budaya politik adalah aspek politik dari nilai--‐nilai yang terdiri atas pengetahuan,
adat istiadat, takhayul, dan mitos. Budaya politik tersebut memberikan alasan
rasional untuk menolak atau menerima nilai--‐nilai dan norma lain
Komponen komponen budaya politik.
1. Orientasi kognitif
Berupa pengetahuan tentang kepercayaan pada politik, peranan, dan segala
kewajiban serta input dan outputnya.
2. Orientasi afektif
Berupa perasaan terhadap sistem politik, peranannya, para aktor, dan
penampilannya.
3. Orientasi evaluatif
Berupa keputusan dan pendapat tentang objek--‐objek politik yang secara
tipikal melibatkan standar nilai dan kriteria informasi dan perasaan.
B. TIPE--‐TIPE BUDAYA POLITIK
1. Berdasarkan sikap yang ditunjukkan
a. Budaya Politik Militan, tidak memandang perbedaan sebagai usaha mencari
alternative yang terbaik, tetapi melihatnya sebagai usaha jahat dan
menantang.
b. Budaya Politik Toleransi, budaya politik yang pemikirannya berpusat pada
masalah atau ide yang harus dinilai.
2. Berdasarkan Orientasi Politiknya, menurut Gabriel Almond sbb:
a. Budaya politik parokial: Tingkatan partisipasi politiknya sangat rendah,
yang disebabkan oleh faktor kognitif
b. Budaya politik kaula/subjek: Masyarakat bersangkutan sudah relatif maju
tetapi masih bersifat pasif
c. Budaya politik partisipan: Budaya politik yang ditandai dengan kesadaran
politik yang tinggi
Easton dan Dennis mengutarakan 4 (empat) tahap dalam proses sosialisasi anak,
yaitu:
a. Pengenalan otoritas melalui individu tertentu.
b. Perkembangan perbedaan antara otoritas internal dan eksternal.
c. Pengenalan mengenai institusi--‐institusi politik yang impersonal.
d. Perkembangan perbedaan antara institusi--‐institusi politik dan mereka
yang terlibat dalam aktivitas yang disosialisasikan dengan institusi--‐institusi
ini.
BUDAYA POLITIK YANG BERKEMBANG DI INDONESIA

1. Hierarki yang tegar(ketat)
Sistem budaya jawa mengenal adanya stratifikasi sosialdengan gaya penuturan
dan pergaulannya pun berbeda beda. Contoh: Bangsawan jawa
2. Cenderung Patronage
Hubungan 2 sumber daya yang saling berinteraksi. Contoh: Patron = tuan
tanah, Client = tenaga, dukungan
BAB 3 BUDAYA POLITIK
3. Neo Patrimonialistik
Meskipun memiliki pola pemerintahan yang modern dan rasional seperti
birokrasi, tetapi perilaku negara masih memperhatikan budaya patrimonial.
ABS.
Penyelenggara negara berada di bawah pemimpin negara
Contoh: SBY
PERKEMBANGAN KEPARTAIAN DI INDONESIA
1. Zaman Belanda.
Indische partij(25--‐12--‐1912) bandung.
Tiga serangkai (Douwes deker,Cipto Mk, Ki H Dewantara)
2. Zaman Jepang
PUTERA (pusat tenaga rakyat)
4 serangkai (soekarno, hatta,KI hajar D. kyai haji mas mansyur)
3. Zaman kemerdekaan
Banyak partai politik.
1955 pemilu pertama 28 partai politik
C. SOSIALISASI PENGEMBANGAN BUDAYA POLITIK
 Sosialisasi politik merupakan proses pembentukan sikap dan orientasi politik
pada anggota masyarakat.
 Terlaksananya sosialisasi politik sangat ditentukan oleh lingkungan sosial,
ekonomi, dan kebudayaan dimana suatu individu--‐individu dapat memperoleh
pengetahuan, nilai--‐nilai, dan sikap--‐sikap terhadap sistem politik
masyarakatnya.
 Menurut Robert Le Vine, terdapat 3 (tiga) faktor penting dalam sosialisasi
politik pada masyarakat berkembang:
a. Pertumbuhan penduduk di negara--‐negara berkembang dapat melampaui
kapasitas mereka untuk “memordenisasi” keluarga tradhisional lewat
industrialisasi dan pendidikan.
b. Seiring terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai--‐nilai
tradisional antara jenis kelamin, sehingga kaum wanita lebih erat terikat
pada nilai tradisional
c. Adalah mungkin pengaruh urbanisasi, yang selalu dianggap sebagai satu
kekuatan perkasa untuk menumbangkan nilai--‐nilai tradisional.
D. PERAN SERTA BUDAYA POLITIK PARTISIPAN
 Partisipasi politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk
ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, seperti memilih pimpinan
negara--‐negara atau upaya--‐upaya mempengaruhi kebijakan pemerintah.
Huntinghon dan Nelson menemukan lima bentuk kegiatan utama yang
dipraktikkan dalam partisipasi politik yaitu berkenaan dengan
keikutsertaan warga negara untuk mempengaruhi proses--‐proses politik .
Bentuk--‐bentuk itu antara lain:
a. Kegiatan pemilihan,
Mencakup memberikan suara, sumbangan--‐sumbangan untuk kampanye,
bekerja dalam suatu pemilihan, mencari dukungan bagi seorang calon, atau
setiap tindakan yang bertujuan mempengaruhi hasil proses pemikiran.
b. Lobbying
Mencakup upaya--‐upaya perorangan atau kelompok untuk menghubungi
pejabat--‐pejabat pemerintah dan pemimpin--‐pemimpin politik, dengan maksud
mempengaruhi keputusakeputusan mereka mengenai persoalan--‐persoalan
yang menyangkut besar orang.
c. Kegiatan organisasi
Menyangkut partisipasi sebagai anggota atau pejabat dalam suatu organisasi,
yang tujuannya yang utama dan eksplisit adalah mempengaruhi pengambilan
keputusan pemerintah.
d. Mencari koneksi (contacting)
Merupakan tindakan perorangan yang ditujukan terhadap pejabat--‐pejabat
pemerintah, dan biasanya dengan maksud memperoleh manfaat bagi hanya
satu orang
e. Tindakan kekerasan (violence),
sebagai upaya untuk mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah
dengan jalan menimbulkan kerugian fisik terhadap orang--‐orang atau harta
benda.
SEKIAN

Budaya Politik Di Indonesia (PKN kelas XI bab 1)  
*pengertian dasar
  • Budaya Politik : Tata nilai tingkah laku masyarakat yang  berkaitan dengan masalah kenegaraan
  • Sistem Politik : Suatu cara bagaimana negara / penguasa mengatur pemerintahan
  • Parta Politik : Organisasi dalam negara yang bertujuan ingin mencapai kekuasaan
*Berdasarkan tingkat kemampuan SDM nya, budaya politik dibagi menjadi 3
  1. Parokial : Budaya politik yang ditandai dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang politik rendah dan partiipasinya dalam berpolitik juga rendah (-) (-)
  2. Kaula/subjek : Budaya politik yang ditandai dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang politik tinggi, namun partisipasinya dalam berpolitik rendah (+) (-)
  3. Partisipan : Budaya politik yang ditandai dengan tngkat pengetahuan masyarakat tentang politik tinggi  dan partisipasinya juga tinggi
Manfaat adanya pembagian 3 type adalah untuk mempermudah sosialisasi politik
sebagai contoh : masyarakat yang berasal dari golongan parokial tentu tidak akan faham apabila seorang politikan berkampanye menggunakan bahasa yang asing dan tinggi, maka untuk mempermudah sosialisasi politik kaum parokial, digunakan metode slogan, ex : “Coblos brengose, atau  pojok kiri atas, dll ” (bukan menyebut merk). Begitu pula bagi golongan kaula atau partisipan (menyesuaikan)
*Berdasarkan tingkat hukum, budaya politik dibedakan menjadi 2
  1. Konvensional : Budaya Politik teratur ( Ormas, Musyawarah )
  2. Non konvensional : Budaya politik tidak teratur ( Demonstrasi )
*Komponen sistem politik ada 2
  1. Suprastruktur : Lembaga yang berkaitan dengan lembaga resmi ( DPR, MPR )
  2. Infrastruktur : Lembaga non pemerintahan ( LSM )
*Fungsi Partai Politik
Fungsi partai politik ada 4
  • Sarana komunikasi politik : Wadah Diskusi tentang politik
  • Sarana sosialisasi politik : Sarana penyuluhan tentang politik
  • Sarana rekiipmen anggota : Mencari anggota baru
  • Sarana pengatur konflik : Untuk pemecah masalah-masalah
*Pergolongan Partai politik menurut jumlahnya
pergolongan partai menurut jumlahnya ada 3
  1. One Partai/ Monopartai : dalam suatu negara, Didominasi atau bahkan hanya ada 1 partai. ex : China, Rusia
  2. Two Partai/ Dwipartai : dalam suatu negara, berkuasa 2 partai hasil koalisi atau penggabungan. ex : AS, Inggris
  3. Multi partai/Partai banyak : dalam suatu negara ada banyak partai yang mencalonkan dlm politik dan perekrutannya juga dari partai2 yang ada ex: Indonesia
*Pergolongan partai politik menurut pandangan pemerintah yang sah
menurut pandangan pemerintah yang sah ada 4 macam partai politik
  1. Radikal : Partai yang tidak puas terhadap jalannya pemerintahan yang sah dan ingin merubah dengan cepat sampai akar-akarnya (kudeta).
  2. Progresif : Partai yang tidak puas terhadap jalannya pemerintahan yang sah dan ingin merubahnya secara berlahan.
  3. Reaksioner : Partai yang tidak puas terhadap jalannya pemerintahan yang sah dan merubah ke masa yang lalu.
  4. Konservatif : Partai yang puas dengan jalannya pemerintahan yang sah dan ingin mempertahankannya.
*penggolongan partai politik ditinjau dari perolehan suara
partai politik dibagi menjadi 2 menurut perolehan suara pemilu,
  1. Partai posisi : Pemenang dalam pemilu
  2. Partai oposisi : Kalah dalam pemilu
*penggolongan partai politik ditinjau dari dasar pembentukannya
  1. Partai agama : Didasarkan pada kesamaa agama (PKI)
  2. Partai Nasionalis : Didasarkan akan cinta tanah air dan faham (demokrat)
  3. Partai affeksi : Partai yang terbentuk karena kesamaan ras atau keturunan ( PTI, PAI )
  4. Partai kepentingan : Partai yang terbentuk karena kesamaan kepentingan (syariat dagang)
*Organisasi di Indonesia
  • Kepentingan : kelompok karena kepentingan yang sama (IDI, PGRI)
  • Parpol : kelompok yang bertujuan  mencapai kekuasaan ( Demokrat)
  • Penekan : kelompok yang menekan pemerintahan (LSM)
  • Ormas/organisasi masyarakat : Organisasi yang tidak ingin mencapai kekuasaan (Ahmadyah)
*Syarat mendirikan partai
  • Usia 21 tahun
  • Punya masa/ anggota minimal 50 orang
  • punya nama partai
  • punya lambang partai
  • punya ADRT partai
  • Punya akta notaris untuk pengesahan
*Berdasarkan Sifatnya/ orientasinya partai politik dibedakan menjadi
  1. Partai lindungan yang artinya partai yang memiliki organisasi nasional yang longgar dan tujuan partai itu hanya memenangkan pemilu untuk anggota anggota yang dicalonkan
  2. Partai azaz yang artinya partai yang mempunyai pandangan hidup yang digariskan dalam kebijaksanaan pimpinan, mengacu pada disiplin partai yang kuat
*Partai politik ditinjau dari komposisi keanggotaannya
  1. Partai masa yaitu partai yang mengutamakan kekuasaan didasarkan jumlah keanggotaannya
  2. Partai kader yaitu partai yang mengutamakan keketatan orgnaisasi dan disiplin kerja para anggota partai
Dengan adanya macam-macam partai politik, maka akan memberi dampak pada kabinet/ menteri
*BENTUK-BENTUK KABINET*
  • berdasarkan tanggung jawabnya ada :
    • Kabinet Menestriel : dipertanggung jawabkan oleh perdana menteri, kepala negaranya dipegang oleh raja
    • Kabinet Presidensiel : Dalam pelaksanaan tugasnya dipertanggung jawabkan pada presiden
  • berdasarkan cara pembentukannya ada :
    • Parlementer : cara pembentukanya campur tangan dengan parlemen
    • Extra parlementer : cara pembentukannyatanpa campur tangan parlemen
  • berdasarkan komposisi keanggotaannya
    • Kabinet Nasional : semua menteri/ anggota diambil dari semua partai peserta pemilu
    • Kabinet Koalisi : Menterinya diambil dari partai-partai pemenang pemilu/ partai-partai yang memiliki kursi terbanyak dalam parlementen
    • Kabinet Partai : Menterinya terdiri dari 1 partai pemenang pemilu


Karyaku Lukisanku :))

Diposkan oleh Herni Siti Nurhayati di 04.21 0 komentar

Lukisan adalah karya seni yang proses pembuatannya dilakukan dengan memulaskan berbagai warna, dengan kedalaman warna "pigmen" dalam pelarut (atau medium) dan gen pengikat (lem) untuk pengencer air, gen pegikat berupa minyak linen untuk cat minyak dengan pengencer terpenthin, pada permukaan (penyangga) seperti kertaskanvas, atau dinding. Ini dilakukan oleh seorang pelukis; dengan kedalaman warna dan cita rasa pelukis, definisi ini digunakan terutama jika ia merupakan pencipta suatu karya lukisan.

Macam-macam Lukisan :
1.       Lukisan Ekspresionisme
2.       Lukisan Kubisme
3.       Lukisan Naturalisme
4.       Lukisan Realisme
5.       Lukisan Romantisme
Nah di atas adalah artikel melukis. Nah sekarang saya mau cerita tentang Lukisan di atas ini..sedikit sombong boleh kan hahhaha
Seumur hidup saya mungkin gak bakalan menyentuh perelatan melukis tapi eh tapi karna tuntutan nilai saya akhirnya harus masuk juga kedunia lukis.Di sekolah ku ada pelajaran yang namanya SENI BUDAYA mungkin semua orang belajarkan itu di sekolah masing-masing sama dengan hal saya .

  
Lukisan ini adalah lukisan dimana saya awal praktek saya melukis .Pertama mendengar ada tes melukis jantungku langsung cenat-cenut kenapa Karna saya gak bisa karna berusaha  dan semedi dulu selama  3 hari 2 malam dan berguru pada Ayah saya sendiri akhirnya saya bisa menghasilkan karya yang menurut saya sedikit amazing hahahha  ( karna itu perjuangannya susah ) Ternyata dalam melukis kita harus sabar dalam semua hal ,mau hal melukisnya ,menggambarnya dll. 


Karyaku By Herni St N   



Nah di bawah ini sedikit karya-karya ku Dan kegiatanku saat melukis bersama teman-teman . Jelek bagusnya hanya Ibu guru seni  saya yg tau nilianya,Tuhan,dan anda para bloger hahaha